Jalan-jalan di Jakarta emang seru banget! ada aja event event yang menarik! apalagi yang kaya gini, banyak doorprize-nya! Hari ini gue ikut acara puncak Hari Kesehatan Nasional di kawasan Sarinah. Hari Kesehatan Nasional ini rutin setiap tahun bulan November tanggal 12, dengan tema yang dibawakan selalu berbeda setiap tahunnya tapi selalu menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan dan sekarang hari puncaknya di tanggal 24 November ini mengusung tema Generasi Sehat Indonesia Unggul sesuai dengan goals tahun ini indonesia ingin unggul dalam segala bidang termasuk dalam hal menjaga kesehatan bagi masyarakatnya.
Banyak banget kegiatan seru yang bisa diikutin! ada:
Senam sehat
Karnaval Kostum
Angklung Kolosal
Flashmob
sama cek kesehatan gratis!
Kegiatan dibuka dengan Senam sehat pagi hari di lapangan parkir Sarinah jam 6 pagi, dilanjut sama karnaval kostum, dan yang paling menarik ini sih Permainan kolosal angklung oleh ribuan peserta yang hadir!
anak-anak juga ikut memeriahkan acara puncak HKN55 ini!
ini yang paling seru, karena setiap peserta mendapat satu angklung semua peserta bisa ikutan ngeramein acara ini, seru abis! jadi ada pemandu diatas panggung yang bakal ngasih kode 1-7 sesuai tangga lagu, dan peserta harus memainkan angklungnya sesuai tangga lagu yang diberikan. mulai dari lagu nasional sampai lagu khas indonesia bahkan lagu internasional juga dimaikan di acara puncak Hari Kesehatan Nasional ini.
Mahasiswa Poltekkes Jakarta III ikut memeriahkan HKN55
udah gitu, ini ada lagi yang ga kalah seru dari seluruh rangkaian acara puncak HKN55 apalagi kalo bukan doorprize ya kan hahaha kemenkes RI udah nyiapin banyak banget hadiah mulai dari hadiah kecil sampai doorprize sepeda! siapa yang gamau dapet sepeda sambil seru seruan bareng kaya gini!
kebahagiaan dapet hadiah hiburan yang gede banget!
selesainya rangkaian kegiatan ditutup dengan seru-seruan dan joget bareng di depan panggung bareng maskot germas
perangkat apapun kalu kalian niat dan proper dalam penggunaannya bisa menghasilkan kok!
Siapa bilang fotografi butuh kamera profesional dengan harga selangit beserta perangkat pendukung lainnya yang sulit untuk dibeli, ditambah laptop yang mumpuni untuk hasil final editing.
yuk! mulai manfaatkan device yang kalian punya untuk bikin karya foto terbaik gimana caranya?
NIAT
Yup! segala apapun butuh niat yang fokus dan tekad yang kuat untuk mewujudkannya. dalam hal ini juga perlu. sangat perlu kalau orang orang punya kamera ponsel, semua orang bisa tapi orang dengan kamera posel dan berniat memaksimalkan fungsi yang ada tersebut, ayo mulai!
2. BELAJAR
Udah ngumpulin niat, tekad bulat. Yuk kita belajar dasar dasar fotografi mulai dari komposisi foto, teknik pengambilan gambar, editing tipis tipis. jagn lupa selalu cari ide dan referensi dari fotografer-forografer idola kalian. atau cari ide melalui platform instagram dan pinterest. dua platform itu the best lah buat ide ide fotografi dan desain visual.
3. BERANI
ini sifat yang harus dimiliki fotografer nih. kalian harus berani eksekusi bakalan banyak banget pengalaman yang kalian dapetin nantinya mulai dari berani keluar rumah buat cari objek foto, minta izin untuk ngambil gambar di suatu tempat.maish banyak lagi!
nah, itu 3 hal yang harus kalian punya sebelum mulai berkarya
Di bawah ini beberapa foto yang saya ambil menggunakan kamera ponsel saya
foto lainnya, silahkan dipantengin di story instagram saya, hehehe..
Akhirnya! ini bisa dibilang pengalaman backpacker pertama gue dengan budget minim dan teman backpack yang minim juga. ya! gue cuma berdua pergi ke Dieng dengan modal yang pas-pasan. Perjalanan ini dimulai dari stasiun pasar senen, jakarta. sebetulnya ada 2 cara menuju ke dieng, tapi kali ini gw akan cerita backpack ke Dieng dengan moda transportasi kereta api
Hari Keberangkatan
Perjalanan dimulai pukul 11 siang, kereta api Serayu yang bakal membawa gue ke bumi purwokerto. Ya, untuk bisa ke dieng menggunakan kereta api harus turun di stasiun purwokerto karena ngga ada stasiun wonosobo. Setelah sekitar 4 jam perjalanan, gue sampai di purwokerto, niatan awal cuma pingin strolling around the city sampe malem, ternyata angkutan umum disana cuma beroperasi sampai pukul 18.00 selebihnya, jalanan kota cuma penuh lalu lalang kendaraan pribadi.
setelah shalat ashar di stasiun kami (gue berdua) lanjut jalan kaki ke alun alun purwokerto buat nikmatin suasana kota disana hingga waktu magrib shalat di masjid agung, kemudian membeli beberapa perbekalan. Setelah itu kami semoatkan shalat isya di masjid juga. mendapat berita bahwa angkutan umum sudah tidak beroperasi di malam hari, kami pun memesan angkutan basis online. Kemana?
Malam di Bukit Tranggulasih
Malam ini gue putuskan untuk pergi ke Tranggulasih, letaknya cukup jauh dari perkotaan, bisa dibilang ini masuk daerah banjarnegara sudah. tapi tak apa, masih ada penduduk lokal disini, kami masih bisa berkomunikasi nanti.
Di Bukit Tranggulasih ini sudah ada jasa penyewaan tenda per malamnya sekitar 50-60 ribu rupiah sudah sekalian dipasangkan. bisa dibilang tempat ini cukup ramah, toilet tersedia, air mengalir dingin, dan ada warung juga. Kalian bebas deh, mau makan mie ada, tempe mendoan ada, teh hangat ada, lengkap!
Menikmati Gemerlap Lampu Kota
ada cerita unik disini, ketika kami bersantai menikmati malam, kami inin mengincipi tempe mendoan langsung dari daerah asalnya. harganya murah banget, 1000 rupiah per satu tempenya. 3 kali lipat lebih murah daripada di jakarta. setelah asik makan, pemilik warung ini bertanya kepada kami, ia ingin menggunakan aplikasi chatting berbasis online, namun tidak mengerti cara mendaftarnya. kami bantu lah si bapak. dan, kami tidak diperbolehkan membayar tempe mendoan tadi! seneng ding bisa bantu bapaknya walaupun emang agak susah sinyal disana, dapet tempe mendoan gratis! setelah itu kami kembali ke tenda untuk beristirahat.
16 derajat menanti fajar
pukul 04.00 pagi kami terbangun, sambil menunggu adzan subuh kami menikmati lampu kota dari ketinggian ditemani suhu 16 derajat celcius yang ngga biasa kaya di kota.
Sunrise di Bukit Tranggulasih
sunrine disini bagus banget! karena kebetulan tempatnya tidak terlalu ramai, pemandangannya juga luas banget! puas banget dah foto foto disini
Turun!
Iya! kami harus turu ke kota lagi buat ngejar Bus untuk pergi ke Wonosobo. karena harus kejar waktu harus sampai di dieng siang hari. setelah pagi hari menikmati fajar ditemani secangkir sereal dan berbincang dengan penduduk lokal. kami bertanya kepada mereka
“pak kalau ke terminal dari sini naik apa pak?”
“mau kemana emangnya? biasanya sih nanti di bawah ada koprades kok le, naik itu aja bilang pakliknya mau ke terminal”
“mau jalan ke Dieng pak, ongkosnya berapa toh pak biasanya naik koprades itu?”
“murah, paling juga 10 ribu”
langsung kita turun, dan ya! mobil koprades sudah stand by di pinggir jalan menunggu penumpangnya. penumpangnya ini ya masyarakat lokal yang mau turun ke pasar, berjualan. perjalanan ini memakan waktu 3 jam, kami turun pukul 07.00 dan sampai di pasar pukul 10.00
kok pasar? katanya mau ke terminal iya, koprades itu ternyata hanya sampai pasar, jadi kami terpaksa mencari jalan lain menuju terminal. awalnya kami kira hanya beberapa meter saja, maka kami putuskan untuk berjalan kaki kesana eh, tapi kok ga sampai-sampai, akhirnya kami putuskan untuk naik becak saja. saat kami tanya berapa tarifnya “10 ribu saja mas berdua, saya anterin sampe dapet bus” “ok!”